Cinta Untuk Mereka
Hari itu adalah tepat 3 tahun dia tak pernah bertemu dengan Theo . Waktu pertama kali Pia bertemu dengan Theo dia berusia 12 tahun dan sedang duduk di bangku kelas 1 SMP sedangkan Theo yang usianya 2 tahun lebih tua darinya yaitu 14 tahun , duduk di bangku kelas 3 SMP .
Awalnya mereka bertemu dalam suatu kegiatan paduan suara . Theo yang saat itu bertugas untuk mengiringi kelompok paduan suara Pia dengan piano karena Theo sangat lincah dan pandai memainkan setiap nada dari piano tersebut . Seiring berjalannya waktu Theo dan Pia mulai dekat . Saat itulah rasa suka Pia terhadap Theo timbul tetapi tak pernah diungkapkannya . Perasaan Pia ini hanya diketahui oleh Yanti , sahabat Pia . Namun , setelah Theo tak bertugas lagi untuk mengiringi kelompok paduan suara Pia , mereka pun kehilangan komunikasi . Hari – hari pun tetap dilalui Pia dengan senyum walaupun tak seceria waktu bersama Theo . Sejujurnya , dalam hatinya terbersit rasa kekesalan yang besar karena Theo menghilang tanpa alasan . Tetapi , hal itu tidak membuat Pia untuk melupakan Theo . Karena Theo adalah cinta pertamanya .
Tiba – tiba , sehari kemudian Pia mendapat pesan singkat dari sahabatnya yaitu Yanti , dia mengatakan jika ia telah menyampaikan kepada Theo jika Pia menyukai Theo . Saat itu , Pia tak mampu berkata apa – apa lagi . Di keesokan harinya , tanpa dia sangka setelah 3 tahun dirinya tak pernah bertemu dengan Theo dia akhirnya bertemu kembali . Perasaan Pia sangatlah gugup melihat Theo . Pia sama sekali tidak menyangka jika akan bertemu dengan Theo apalagi malam sebelumnya ia baru saja mendapat kabar yang membuatnya sangat kaget .
Sejak pertemuan mereka kembali , mereka akhirnya kembali dekat dan sering smsan bersama . Sejak saat itu Pia berjanji tidak akan membiarkan siapapun dan apapun itu berusaha untuk memisahkan dirinya dan juga Theo . Hari – hari Pia kembali penuh warna dan keceriaan dengan hadirnya Theo kembali .
Pada waktu itu Theo sedang bertugas untuk mengiringi kelompok paduan suara Pia karena kelompok paduan suara Pia diundang untuk menghadiri suatu acara . Karena hal ini , kesempatan Pia dan juga theo untuk bertemu semakin sering dan membuatnya semakin akrab walaupun hanya lewat sms . Pia dan Theo sangatlah jarang bicara bersama tetapi entah mengapa teman-teman mereka sering berkata jika Pia dan Theo sangatlah cocok dan pantas jika menjadi sepasang kekasih . Jika Pia dan Theo mendapat sindiran itu , mereka berdua hanya tersipu malu dan tak mampu berkata apa – apa . Setiap hari , Pia dan Theo menjadi bahan ejekan oleh teman – temannya . Dalam hati Pia , dia merasa bingung karena di sisi lain dia merasa bahagia karena teman-temannya mendukung jika dia pacaran dengan Theo namun di sisi lain dia juga merasa bersalah kepada Theo karena dirinyalah yang menyebabkan Theo di ejek oleh teman – temannya .
Oleh karena itu , Pia segera mengirimkan pesan singkat kepada Theo yang isinya , “ Aku minta maaf karena akulah kamu ikut terlibat dalam hal ini . ”
Tak lama kemudian Theo membalas sms dari Pia dan berkata , “ Tidak masalah , bersikap cuek saja . Hidup itu di bawah santai dan tidak perlu dijadikan beban . “
Karena sms itu , Pia mampu melalui semua ejekan dari teman-temannya tanpa merasa bersalah kepada Theo .Kedekatan Pia dan Theo akhirnya tercium sampai ke Ayu yang tak lain adalah teman dalam kelompok paduan suara Pia . Usia Ayu 2 tahun lebih muda dari Pia . Pia dan Ayu boleh dikata sangat akrab karena dalam kelompok paduan suara mereka , hanya mereka yang mempunyai nada suara yang sama dan bernada tinggi karena itu mereka sering dipasangkan yang menyebabkan mereka sering berlatih berdua dan menjadi akrab .
Ayu yang mencium kabar tersebut langsung bertanya kepada Pia , “ Kak , apakah kakak sudah pacaran sama kak Theo ?”
Pia heran mendengar pertanyaan Ayu namun dia segera menjawab , “ Tidak dek , kami hanya berteman biasa . Memangnya kamu suka sama Theo ?”
Ayu menjawab , “ Ia kak . Aku mulai menyukainya sejak aku pertama kali bertemu dengannya .”
“ Itu artinya , sudah lama . Tetapi mengapa selama ini kamu tidak pernah cerita ma aku ? “ , kata Pia .
“Aku malu kak . Tetapi sekarang keberanianku sudah muncul karena aku sungguh mencintai kak Theo . Kakak mau membantu aku ? “ , kata Ayu .
Pia menjawab , “ Aku akan mengusahakannya . Kamu mau aku bantu apa ?”
“Aku ingin nomor handphone kakak Theo ,” jawab Ayu .
Sebenarnya saat itu , perasaan Pia sangatlah bingung . Apa dia harus membatu Ayu ataukah tetap pada janjinya untuk menjadikan Theo sebagai miliknya seorang . Tetapi anehnya , Pia tiba – tiba memberikan begitu saja nomor handphone Theo kepada Ayu . Rasanya memang sakit tetapi apa boleh dikata nasi sudah menjadi bubur dan rasanya pahit untuk menelan air ludah sendiri . Akhirnya , sekarang Theo dan Ayu sering smsan . Bahkan mereka sering telfonan . Akibat dari hal ini , Pia harus kembali menelan pil pahit untuk kedua kalinya karena harus kehilangan Theo lagi dan merelakan kalau Theo mulai jarang sms dia namun lebih sering smsan sama Ayu . Setiap hari , Ayu selalu saja bercerita kepada Pia karena Pia sudah di anggapnya kakak dan karena Pia pula dia bisa dekat dengan Theo . Mulai dari sms pertama dari Theo , Ayu membahas sms itu dengan penuh keceriaan yang terpancar dari sorot matanya . Setelah itu , ia juga bercerita tentang perasaannya setelah dekat dengan Theo . Semuanya itu diceritakan kepada Pia . Ayu pun tak pernah tau jika Pia juga menyukai Theo . Jauh sebelum Ayu menyukai Theo . Ayu juga tak pernah tau bagaimana rasa sakitnya mendengar cerita tentang orang yang kita cintai bersama dengan orang lain .
Hingga suatu hari , akhirnya Theo menyatakan cinta kepada Ayu . Ayu tak tau harus menjawab apa . Ia pun segera menemui Pia dan berkata ,“ Kakak , aku bingung harus menjawab apa . Mungkinkah aku harus menerima Theo ?” , tanya Ayu .Sungguh , ini adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk Pia . Ia tak tahu harus menjawab apa . Ia takut jika dia menjawab ia untuk menerima Theo sebagai pacar Ayu , artinya Pia akan kehilangan Theo namun jika dia menjawab tidak artinya dia akan membuat Ayu menjadi sakit hati . Pertanyaan itu sungguh sangat sulit untuk Pia .
Pia kemudian terdiam sejenak dan memikirkan apa yang pantas ia jawab . Akhirnya , dia putuskan untuk membiarkan Ayu menerima Theo sebagai pacaranya . Walaupun itu berat untuk dilakukan . Namun ini semua untuk kebahagiaan Ayu dan juga orang yang dia cintai yaitu Theo . Itu adalah keputusan terberat yang harus dilakukannya . Dan Pia hanya bisa berharap jika keputusannya ini tak salah .Ayu pun mengikuti usulan Pia . Akhirnya Theo yang selama ini Pia suka bahkan yang dia cintai berpacaran dengan teman Pia sendiri . Kabar tentang Ayu dan Theo yang berpacaran langsung saja diberitahukan Ayu ke Pia dan Pia adalah orang pertama yang mengetahuinya . Saat itu , Pia tidak tau harus berbahagia ataukah harus bersedih akan kenyataan itu . Hingga , akhirnya dia putuskan untuk ikut berbahagia . Pia tak pernah menyesali keputusan yang telah diambilnya itu sebab yang ada dalam pikiran Pia adalah kebahagiaan orang yang Pia cintai walaupun harus mengorbankan cinta untuk menyatukan orang yang saling mencintai .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar